Siku Turun Bukan Hanya Soal Kecepatan, Tapi Juga Risiko Cedera Bahu

Dalam renang gaya bebas, kesalahan teknis yang dikenal sebagai dropped elbow (siku turun) seringkali hanya dinilai dari sudut pandang efisiensi dan kecepatan yang hilang. Namun, bagi perenang yang sering berlatih, dropped elbow membawa konsekuensi yang jauh lebih serius: peningkatan Risiko Cedera Bahu yang signifikan. Risiko Cedera Bahu ini muncul karena teknik siku turun memaksa persendian bahu untuk bekerja dalam posisi biomekanis yang tidak stabil dan membebani otot-otot kecil rotator cuff secara berlebihan. Oleh karena itu, memperbaiki teknik tarikan yang benar dengan mempertahankan high elbow bukan hanya soal peningkatan performa, tetapi juga strategi pencegahan Risiko Cedera Bahu jangka panjang.

Beban Berlebihan pada Rotator Cuff

Ketika seorang perenang melakukan dropped elbow (siku jatuh), mereka gagal mencapai posisi Early Vertical Forearm (EVF). Kegagalan ini memaksa perenang untuk menghasilkan daya dorong terutama dengan mendorong air ke belakang dan ke samping menggunakan otot-otot di sekitar bahu dan lengan atas (seperti deltoid), alih-alih menggunakan otot punggung yang lebih besar (latissimus dorsi). Selain itu, untuk menyelesaikan tarikan, sendi bahu diputar ke dalam (internal rotation) secara ekstrem di bawah tekanan tinggi. Pengulangan gerakan ini berulang kali dengan beban yang tidak tepat akan membebani tendon dan otot rotator cuff, yang merupakan otot-otot kecil yang bertugas menstabilkan sendi bahu. Sebuah studi ortopedi yang diterbitkan oleh Jurnal Kedokteran Olahraga pada Rabu, 5 Maret 2025, mengidentifikasi dropped elbow sebagai kontributor utama shoulder impingement (peradangan tendon bahu) di kalangan perenang amatir dan semi-profesional.

Kurangnya Keterlibatan Otot Inti

Dalam teknik renang yang benar, power stroke harus berasal dari rotasi tubuh yang terintegrasi dan penggunaan otot core dan punggung. Siku yang jatuh adalah indikasi bahwa power tarikan datang dari lengan saja. Ketergantungan berlebihan pada otot bahu yang lebih lemah ini, tanpa dukungan dari otot latissimus dorsi dan core, secara langsung meningkatkan Risiko Cedera Bahu. Otot bahu, yang dirancang untuk mobilitas luas, bukanlah sumber daya tahan atau kekuatan utama. Fisioterapis Olahraga, Dr. Riana Sasmita, dalam seminar pencegahan cedera pada Jumat, 17 Oktober 2025, menjelaskan bahwa kesalahan ini menciptakan gaya geser yang tidak wajar pada sendi, yang dapat menyebabkan keausan kartilago dan peradangan tendon dari waktu ke waktu.

Solusi: Membangun Memori Otot High Elbow

Untuk mengurangi Risiko Cedera Bahu, perenang harus fokus melatih high elbow (siku tinggi). Latihan seperti Fist Drill (berenang dengan tangan mengepal) atau Paddle Drill (menggunakan paddle kecil yang menutupi lengan bawah) sangat disarankan. Latihan ini secara artifisial memaksa lengan bawah untuk menjadi permukaan dorong utama dan mengajarkan perenang untuk menjaga siku tetap tinggi saat melintasi mid-pull di bawah tubuh. Latihan tersebut harus dilakukan secara teratur, misalnya, 4 x 50 meter drill per set, di Kolam Renang Pusat Latihan Atlet setiap Senin dan Kamis. Melalui perbaikan teknik ini, perenang dapat mengalihkan beban kerja ke otot-otot yang lebih kuat dan dirancang untuk menghasilkan power, menjadikan renang tidak hanya lebih cepat tetapi juga jauh lebih aman.