Edukasi PRSI Tangerang: Pentingnya Jaga pH Air Kolam Demi Kenyamanan Mata

Menjaga kualitas air kolam renang bukan hanya soal kejernihan visual yang memanjakan mata, tetapi lebih kepada aspek kesehatan dan keamanan bagi para penggunanya. PRSI Tangerang baru-baru ini meluncurkan inisiatif edukatif yang menyasar para pengelola fasilitas olahraga dan masyarakat umum mengenai parameter kimiawi air yang sering terabaikan. Fokus utama dalam kampanye ini adalah teknik backstroke turn yang seringkali terganggu jika perenang merasa tidak nyaman akibat iritasi air. Memahami pentingnya jaga pH air menjadi krusial karena tingkat keasaman atau kebasaan air yang tidak ideal dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang signifikan, terutama pada organ penglihatan.

Secara teknis, Pentingnya Jaga pH kolam harus dijaga pada rentang ideal antara 7,2 hingga 7,8. Jika angka ini turun di bawah batas tersebut (terlalu asam), air akan bersifat korosif dan menyebabkan rasa perih yang luar biasa pada mata, serta merusak komponen logam pada infrastruktur kolam. Sebaliknya, jika pH terlalu tinggi (terlalu basa), efektivitas kaporit sebagai disinfektan akan menurun drastis, sehingga air menjadi keruh dan menjadi sarang bakteri. PRSI Tangerang menekankan bahwa kenyamanan mata adalah indikator pertama yang dirasakan oleh perenang; ketika mata mulai memerah dan gatal, itu adalah sinyal kuat bahwa ada ketidakseimbangan kimiawi di dalam air yang harus segera dikoreksi.

Edukasi ini juga menyoroti fenomena “mata merah” yang sering salah kaprah dianggap sebagai dampak langsung dari kaporit. Faktanya, iritasi tersebut lebih sering disebabkan oleh kloramin, yaitu ikatan kimia antara kaporit dengan kotoran organik seperti keringat atau urin, yang dipicu oleh kadar pH yang tidak stabil. Melalui edukasi PRSI ini, para pemilik kolam renang di wilayah Tangerang diajarkan untuk melakukan pengujian mandiri secara rutin minimal dua kali sehari. Dengan air yang sehat, para atlet dapat fokus berlatih dengan durasi yang lebih lama tanpa harus terganggu oleh rasa tidak nyaman yang bisa memecah konsentrasi saat melakukan manuver di dalam air.

Dampak dari pengabaian terhadap pH air tidak hanya berhenti pada iritasi mata, tetapi juga pada kesehatan kulit dan rambut. Air yang terlalu asam dapat menghilangkan minyak alami kulit, menyebabkan kekeringan dan eksim bagi mereka yang memiliki kulit sensitif. Bagi perenang prestasi yang menghabiskan waktu berjam-jam di dalam air setiap minggunya, paparan terhadap air dengan kualitas buruk dapat menghambat performa karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk melakukan pemulihan pasca-kontak dengan zat kimia yang tidak seimbang. Oleh karena itu, standardisasi kualitas air menjadi salah satu program prioritas yang diusung oleh pengurus daerah dalam mendukung terciptanya ekosistem olahraga yang sehat.